PAIKEM itu (Si)Apa?
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. PAIKEM dapat didefinisikan sebagai: pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan pelbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan demikian, para siswa merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan
Pembelajaran Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Ciri-ciri pembelajaran yang dikategorikan efektif jika (1) berpusat kepada siswa yang aktif, bukan hanya guru; (2) terjadi interaksi edukatif diantara guru dengan murid; (3) berkembang suasana demokratis; (4) metode mengajar bervariasi; (5) gurunya profesional; (6) apa yang dipelajari bermakna bagi siswa; (7) lingkungan belajar kondusif serta (8) sarana dan prasarana belajar sangat
Pembelajaran Inovatif, pada dasarnya suatu pembelajaran yang dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan apabila dilakukan dengan cara meng- integrasikan media/alat bantu terutama yang berbasis teknologi baru/maju ke dalam proses pembelajaran tersebut. Sehingga, terjadi proses renovasi mental, di antaranya membangun rasa pecaya diri siswa. Penggunaan bahan pelajaran, software multimedia, dan microsoft power point merupakan salah satu alternatif. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah merasa senang maka, didalam pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang; pasif di kelas, perasaan yang tertekan, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.
Pembelajaran Kreatif , Kreatif (creative) berarti menggunakan hasil ciptaan / kreasi baru atau yang berbeda dengan sebelumnya. Pembelajaran yang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum. Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku, namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif. Dengan demikian, ada kreativitas pengembangan kompetensi dan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan dan sarana untuk belajar.
Pembelajaran Efektif, Pembelajaran dapat dikatakan efektif (effective / berhasil guna) jika mencapai sasaran atau minimal mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Di samping itu, yang juga penting adalah banyaknya pengalaman dan hal baru yang “didapat“ siswa. Guru pun diharapkan memeroleh “pengalaman baru” sebagai hasil interaksi dua arah dengan siswanya.
Untuk mengetahui keefektifan sebuah proses pembelajaran, maka pada setiap akhir pembelajaran perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi yang dimaksud di sini bukan sekedar tes untuk siswa, tetapi semacam refleksi, perenungan yang dilakukan oleh guru dan siswa, serta didukung oleh data catatan guru.
Pembelajaran yang Menyenangkan (joyful) perlu dipahami secara luas, bukan hanya berarti selalu diselingi dengan lelucon, banyak bernyanyi atau tepuk tangan yang meriah. Pembelajaran yang menyenangkan adalah pembela- jaran yang dapat dinikmati siswa. Siswa merasa nyaman, aman dan asyik. Perasaan yang mengasyikkan mengandung unsur inner motivation, yaitu dorongan keingintahuan yang disertai upaya untuk mencoba dan belajar lebih lanjut, penuh dengan percaya diri dan mandiri untuk mengembangkan potensi diri secara optimal. Dengan demikian, diharapkan kelak siswa menjadi manusia yang berkarakter penuh percaya diri, menjadi dirinya sendiri dan mempunyai kemampuan yang kompetitif (berdaya saing). Pembelajaran yang menyenangkan ini dapat ditinjau dari dua segi, yakni segi siswa dan segi guru.
a. Segi Siswa
1. Siswa berani mencoba dan berbuat
2. Siswa berani bertanya
3. Siswa berani mengemukakan pendapat
4. Siswa berani mempertanyakan gagasan orang lain.
b. Segi Guru
Tidak membuat siswa takut salah, takut ditertawakan, dan takut disepelekan.
PAIKEM sebagai MODEL
SMK PLUS BHAKTI OETAMA, Tuesday, November 30, 2010PEMBELAJARAN AKTIF
SMK PLUS BHAKTI OETAMA, Sunday, November 7, 2010PEMBEJARAN AKTIF
Pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan dimana guru (pengajar) dan murid (pembelajar) berinteraksi, membicarakan suatu bahan atau melakukan suatu aktivitas, guna mencapai tujuan yang dikehendaki. Secara harfiah active artinya: ”in the habit of doing things, energetic” (Hornby, 1994:12), artinya terbiasa berbuat segala hal dengan menggunakan segala daya. Pembelajaran yang aktif berarti pembelajaran yang memerlukan keaktifan semua siswa dan guru secara fisik, mental, emosional, bahkan moral dan spiritual. Guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, membangun gagasan, dan melakukan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman langsung, sehingga belajar merupakan proses aktif siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri. Dengan demikian, siswa didorong untuk bertanggung jawab terhaap proses belajarnya sendiri.
Menurut Taslimuharrom (2008) sebuah proses belajar dikatakan aktif (active learning) apabila mengandung:
Keterlekatan pada tugas (Commitment)
Dalam hal ini, materi, metode, dan strategi pembelajaran hendaknya bermanfaat bagi siswa (meaningful), sesuai dengan kebutuhan siswa (relevant), dan bersifat/memiliki keterkaitan dengan kepentingan pribadi (personal);
Tanggung jawab (Responsibility)
Dalam hal ini, sebuah proses belajar perlu memberikan wewenang kepada siswa untuk berpikir kritis secara bertanggung jawab, sedangkan guru lebih banyak mendengar dan menghormati ide-ide siswa, serta memberikan pilihan dan peluang kepada siswa untuk mengambil keputusan sendiri.
Motivasi (Motivation)
Proses belajar hendaknya lebih mengembangkan motivasi intrinsic siswa. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Dalam perspektif psikologi kognitif, motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi intrinsik (bukan ekstrinsik) karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Dorongan mencapai prestasi dan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan, umpamanya, memberi pengaruh lebih kuat dan relatif lebih langgeng dibandingkan dengan dorongan hadiah atau dorongan keharusan dari orangtua dan guru. Motivasi belajar siswa akan meningkat apabila ditunjang oleh pendekatan yang lebih berpusat pada siswa (student centered learning). Guru mendorong siswa untuk aktif mencari, menemukan dan memecahkan masalahnya sendiri. Ia tidak hanya menyuapi murid, juga tidak seperti orang yang menuangkan air ke dalam ember.
Dapat disimpulkan, didapatkannya suatu interaksi yang optimal antara guru dan murid, di satu sisi guru aktif:
memberikan umpan balik;
mengajukan pertanyaan yang menantang; dan
mendiskusikan gagasan siswa.
Di sisi lain, siswa aktif antara lain dalam hal:
bertanya / meminta penjelasan;
mengemukakan gagasan; dan
mendiskusikan gagasan orang lain dan gagasannya sendiri.
MEMBANGUN WATAK BANGSA
SMK PLUS BHAKTI OETAMA, Friday, November 5, 2010PENDIDIKAN HOLISTIK dan PEMBANGUNAN WATAK BANGSA
Keywords : Holistik, Watak (karakter)
Tujuan pendidikan nasional menyatakan, "Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan beretika, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Dalam realitasnya pendidikan kita ditenggarai oleh banyak fihak telah menyimpang dari amanatnya untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa pendidikan tidak lagi berada dalam koridor platformnya sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat 1 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, yakni satu upaya sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdesan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Namun beriring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kemudian populer dengan istilah globalisasi sehingga keterbukaan dalam semua aspek baik politik, ekonomi, sosial dan budaya, berdampak terjadinya perubahan tatanan, gaya hidup dan perilaku baik positif dan juga negatif, sayangnya hal-hal yang negatif lebih cepat ditiru sehingga ditenggari munculnya berbagai kasus yang kurang beres dalam dunia pendidikan secara keseluruhan. Misalnya gejala penyalahgunaan obat terlarang, pergaulan bebas, penggunaan ijazah palsu, kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), tawuran pelajar, amuk massa, amuk sosial dan bahkan tawuran antar kelompok masyarakat yang dirasakan sangat mengkhawatirkan ketenangan hidup masyarakat. Hal ini dituding sebagai fenomena kegagalan pendidikan.
Kegagalan pendidikan nasional itu disebabkan oleh penerapan konsep pendidikan yang telah mengabaikan pendidikan watak dan kemampuan bernalar, atau dengan kata lain telah mengabaikan pendidikan etika. Pendidikan seharusnya tidak saja mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi diarahkan untuk membangun watak bangsa (character building) yang mampu memadukan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk suatu perbuatan. Sehingga, anak didik akan cenderung untuk berbuat baik,berakhlak mulia, disertai kemampuan untuk berinovasi, kreatif, produktif, dan mandiri.
Pendidikan nasional tidak akan berarti apa-apa kalau hanya dapat melahirkan orang-orang yang pintar tetapi rakus dan tamak. Oleh karenaitu, pendidikan harus diarahkan untuk membangun kesadaran kritis anak didik tentang berbagai hal, termasuk nilai-nilai moral, hak asasi manusia, kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Dengan demikian, anak didik akan menyadari bahwa menyontek, tawuran, dan menganiaya orang lain itu tidak baik.
Selama ini, kalau kita amati secara cermat, pendidikan di Indonesia hanya memberikan sebuah pengertian kepada peserta didik, tanpa pernah bisa memfasilitasi pembentukan watak. Pendidikan kita terlaludidominasi oleh lingkaran kognitif. Konsep-konsep, norma-norma, dannilai agama serta adat istiadat banyak dibaca dan dihafalkan begitusaja, tetapi sedikit sekali terefleksi untuk merenungi apasesungguhnya yang telah dibaca dan dipelajari tersebut, sehingga implementasinya dalam kehidupan sangat jauh.
Mata pelajaran atau pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan yang menjadi pelajaran wajib selama ini dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi, yang mengajarkan keutamaan, kebaikan, kehalusan budi, solidaritas, dan toleransi kepada sesama manusia sepertinya tidak berbekas. Yang muncul dalam kehidupan sehari-hari adalah justru sikap-sikap yang berlawanan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pelajaran tersebut.
REFORMASI PENDIDIKAN
Berangkat dari kasus-kasus seperti paparan diatas sehingga perlu kesadaran bersama, bahwa pembangunan karakter dan watak atau kepribadian ini sangat penting, bahkan sangat mendesak dan mutlak adanya (tidak bisa ditawar-tawar lagi). Hal ini cukup beralasan. Mengapa mutlak diperlukan? Karena adanya krisis multi dimensional yang terus berkelanjutan melanda bangsa dan negara kita sampai saat ini belum ada solusi secara jelas dan tegas, solusi yang ada lebih banyak berupa wacana.
Pendidikan di Indonesia hendaknya berperan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih luas lagi sebagai pembudayaan (enkulturisasi) yang tentu saja hal terpenting dan pembudayaan itu adalah pembentukan karakter dan watak (nation and character building), yang pada gilirannya sangat krusial bagi notion building atau dalam bahasa lebih populer menuju rekonstruksi negara dan bangsa yang lebih maju dan beradab.
Apabila kita cermati bersama, bahwa desain pendidikan yang mengacu pada pembebasan, penyadaran dan kreativitas sesungguhnya sejak masa kemerdekaan sudah digagas oleh para pendidik kita, seperti Ki Hajar Dewantara, KH. Ahmad Dahlan, Prof. HA. Mukti Ali, Ki Hajar Dewantara misalnya, mengajarkan praktek pendidikan yang mengusung kompetensi/kodrat alam anak didik, bukan dengan perintah paksaan, tetapi dengan "tuntunan" bukan "tontonan". Sangat jelas cara mendidik seperti ini dikenal dengan pendekatan "among"' yang lebih menyentuh langsung pada tataran etika, perilaku yang tidak terlepas dengan karakter atau watak seseorang. KH. Ahmad Dahlan berusaha "mengadaptasi" pendidikan modern Barat sejauh untuk kemajuan umat Islam, sedangkan Mukti Ali mendesain integrasi kurikulum dengan penambahan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan. Namun mengapa dunia pendidikan kita yang masih berkutat dengan problem internalnya, seperti penyakit dikotomi, profesionalitas pendidiknya, sistem pendidikan yang masih lemah, perilaku pendidiknya dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan mutlak diperlukan, bahkan tidak bisa ditunda, mulai dari lingklingan rumah tangga, sekolah dan masyarakat dengan meneladani para tokoh yang memang patut untuk dicontoh. Semoga ke depan bangsa kita lebih beradab, maju, sejahtera kini, esok dan selamanya.
Keadaan ini hendaknya menyadarkan semua fihak pihak yang peduli untuk mengembalikan pendidikan pada supremasinya sebagai infrastruktur pembentukan dan pengembangan berbagai dimensi kepribadian secara serasi, selaras dan seimbang. Sehingga pendidikan tidak hanya bersifat skolastik namun juga memiliki nilai. Untuk itu, diperlukan pendidikan holistik, pendidikan holistik merupakan satu alternatif pendidikan anak bangsa kedepan. Model pendidikan ini meliputi pengembangan Body, Mind and Spirit secara menyeluruh sehingga merupakan aspek efektif dalam diri seseorang yang berlandasakan nilai-nilai sebagai rujukan berperilaku normatif.
Nilai merupakan bagian dari kehidupan, karenanya akan melibatkan tantangan, pertentangan, keseimbangan sehingga memerlukan suatu pertimbangan yang matang. Perwujudan suatu nilai dilakukan melalui suatu proses pemilihan, penghargaan dan tindakan. Dengan fungsi sebagai standar perilaku, dasar penyelesaian konflik dan pembuatan keputusan, sumber motivasi, dasar penyesuaian diri, dan dasar perwujudan diri. Dengan pendidikan memungkinkan seseorang untuk belajar dan berkembang dan melalui pendidikan dan pengalaman inilah seseorang mendapatkan patokan dalam bertingkah laku di kehidupan sehari-hari dan seiring dengan waktu, nilai ini akan berkembang dan menjadi matang.
Pendidikan holistik adalah membantu mengembangkan potensi individu dalam suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan menggairahkan, demoktaris dan humanis melalui pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Melalui pendidikan holistik, peserta didik diharapkan dapat menjadi dirinya sendiri (learning to be). Dalam arti dapat memperoleh kebebasan psikologis, mengambil keputusan yang baik, belajar melalui cara yang sesuai dengan dirinya, memperoleh kecakapan sosial, serta dapat mengembangkan karakter dan emosionalnya (Basil Bernstein).
Jika merujuk pada pemikiran Abraham Maslow, maka pendidikan harus dapat mengantarkan peserta didik untuk memperoleh aktualisasi diri (self-actualization) yang ditandai dengan adanya: (1) kesadaran; (2) kejujuran; (3) kebebasan atau kemandirian; dan (4) kepercayaan.
Pendidikan holistik memperhatikan kebutuhan dan potensi yang dimiliki peserta didik, baik dalam aspek intelektual, emosional, emosional, fisik, artistik, kreatif, dan spritual. Proses pembelajaran menjadi tanggung jawab personal sekaligus juga menjadi tanggung jawab kolektif, oleh karena itu strategi pembelajaran lebih diarahkan pada bagaimana mengajar dan bagaimana orang belajar. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam mengembangkan strategi pembelajaran holistik, diantaranya: (1) menggunakan pendekatan pembelajaran transformatif; (2) prosedur pembelajaran yang fleksibel; (3) pemecahan masalah melalui lintas disiplin ilmu, (4) pembelajaran yang bermakna, dan (5) pembelajaran melibatkan komunitas di mana individu berada.
Dalam pendidikan holistik, peran dan otoritas guru untuk memimpin dan mengontrol kegiatan pembelajaran hanya sedikit dan guru lebih banyak berperan sebagai sahabat, mentor, dan fasilitator. Forbes (1996) mengibaratkan peran guru seperti seorang teman dalam perjalanan yang telah berpengalaman dan menyenangkan.
Sekolah hendaknya menjadi tempat peserta didik dan guru bekerja guna mencapai tujuan yang saling menguntungkan. Komunikasi yang terbuka dan jujur sangat penting, perbedaan individu dihargai dan kerjasama lebih utama dari pada kompetisi.
PENDIDIKAN HOLISTIK BERBASIS KARAKTER / WATAK
Indonesia saat ini sedang menghadapi dua tantangan besar, yaitu desentralisasi atau otonomi daerah dan era globalisasi total yang akan terjadi pada tahun 2020. Kedua tantangan tersebut merupakan ujian berat yang harus dilalui dan dipersiapkan oleh seluruh bangsa Indonesia. Kunci sukses dalam mengahadapi tantangan berat itu terletak pada sumberdaya manusia (SDM) Indonesia yang handal dan berbudaya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM sejak dini merupakan hal penting yang harus dipikirkan secara sungguh-sungguh. Salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas SDM Indonesia adalah dengan memperbaiki kurikulum pendidikan dan metode pengajaran di kelas. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004 yang diperbaharui menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2007, adalah kurikulum yang mempunyai konsep berbeda yang disesuaikan dengan tuntutan jaman dalam menyongsong globalisasi abad ke-21, sehingga diharapkan dapat memperbaiki kualitas proses belajar dan mengajar di kelas yang harus ditunjang dengan sarana prasarana yang mendukung, akan menghasilkan kualitas SDM yang handal. Namun yang menjadi masalah adalah para guru di sekolah belum siap untuk mengalirkan KTSP di kelas, yang memang memerlukan pengetahuan dan keterampilan tentang metode –metode pengajaran yang berbeda dengan sistem lama.
Pendidikan Holistik Berbasis Karakter yang memfokuskan pada pembentukan seluruh aspek dimensi manusia, sehingga dapat menjadi manusia yang berkarakter. Kurikulum Holistik Berbasis Karakter ini disusun berdasarkan KTSP seharusnya diterapkan dengan menggunakan pendekatan Student Active Learning, Integrated Learning, Developmentally Appropriate Practices, Contextual Learning, Collaborative Learning, dan Multiple Intelligences yang semuanya dapat menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan, serta dapat mengembangkan seluruh aspek dimensi manusia secara holistik. Model pendidikan holistik berbasis karakter memfokuskan pada pembentukan karakter siswa karena karakter bangsa merupakan aspek penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.
Karakter bangsa sangat tergantung pada kualitas karakter sumberdaya manusianya (SDM). Karenanya karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Menurut Freud kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini ini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak. Kesuksesan orang tua membimbing anaknya dalam mengatasi konflik kepribadian di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan sosial di masa dewasanya kelak (Erikson, 1968).
Thomas Lickona - seorang profesor pendidikan dari Cortland University - mengungkapkan bahwa ada sepuluh tanda-tanda jaman yang harus diwaspadai karena jika tanda-tanda ini sudah ada, maka itu berarti bahwa sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran. Tanda-tanda yang dimaksud adalah : (1) meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, (2) penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk, (3) pengaruh peer-group yang kuat dalam tindak kekerasan, (4) meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas. (5) semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk, (6) menurunnya etos kerja, (7) semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, (8) rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara, (9) membudayanya ketidakjujuran, dan (10) adanya rasa saling curiga dan kebencian di antara sesama.
Jika dicermati, ternyata kesepuluh tanda jaman tersebut sudah ada di Indonesia. Selain sepuluh tanda-tanda jaman tersebut, masalah lain yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah sistem pendidikan dini yang ada sekarang ini terlalu berorientasi pada pengembangan otak kiri (kognitif) dan kurang memperhatikan pengembangan otak kanan (afektif, empati, dan rasa). Padahal, pengembangan karakter lebih berkaitan dengan optimalisasi fungsi otak kanan. Mata pelajaran yang berkaitan dengan pendidikan karakter pun (seperti budi pekerti dan agama) ternyata pada prakteknya lebih menekankan pada aspek otak kiri (hafalan, atau hanya sekedar “tahu”).
Padahal, pembentukan karakter harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang melibatkan aspek “knowledge, feeling, loving, dan acting”. Pembentukan karakter dapat diibaratkan sebagai pembentukan seseorang menjadi body builder (binaragawan) yang memerlukan “latihan otot-otot akhlak” secara terus-menerus agar menjadi kokoh dan kuat. Pada dasarnya, anak yang kualitas karakternya rendah adalah anak yang tingkat perkembangan emosi-sosialnya rendah, sehingga anak beresiko besar mengalami kesulitan dalam belajar, berinteraksi sosial, dan tidak mampu mengontrol diri.
Mengingat pentingnya penanaman karakter di usia dini dan mengingat usia prasekolah merupakan masa persiapan untuk sekolah yang sesungguhnya, maka penanaman karakter yang baik di usia prasekolah merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Thomas Lickona (1991) mendefinisikan orang yang berkarakter sebagai sifat alami seseorang dalam merespons situasi secara bermoral—yang dimanifestasikan dalam tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati orang lain dan karakter mulia lainnya. Pengertian ini mirip dengan apa yang diungkapkan oleh Aristoteles, bahwa karakter itu erat kaitannya dengan “habit” atau kebiasaan yang terus menerus dilakukan.
Menurut Berkowitz (1998), kebiasaan berbuat baik tidak selalu menjamin bahwa manusia yang telah terbiasa tersebut seca ra sadar (cognition) menghargai pentingnya nilai-nilai karakter (valuing). Misalnya seseorang yang terbiasa berkata jujur karena takut mendapatkan hukuman, maka bisa saja orang ini tidak mengerti Tingginya nilai moral dari kejujuran itu sendiri. Oleh karena itu, pendidikan karakter memerlukan juga aspek emosi. Menurut Lickona (1991), komponen ini adalah disebut “desiring the good” atau keinginan untuk berbuat baik.
Oleh sebab itu sudah jauh waktunya untuk mengajak pemangku kepentingan di Indonesia lebih memperhatikan keperluan untuk menggunakan pendekatan holistik dalam menjalankan kehidupan. Dan mengingat bahwa pendidikan mempunyai peran yang amat mendasar untuk membawa kemampuan berpikir, maka terlebih lagi diperlukan pendekatan holistik dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.
KENDALA YANG DIHADAPI
Menjadi makin jelas kendala-kendala apa yang dihadapi bangsa Indonesia untuk dapat melakukan pendekatan holistik dalam pendidikan nasional menghadapi Abad ke 21.
1. Jumlah penduduk yang besar dengan jumlah angkatan muda yang jauh lebih besar dibandingkan angkatan tua. Hal ini memerlukan perhatian dan kontrol yang amat luas jangkuannya.
2. Luasnya wilayah Indonesia disertai perbedaan antara daerah satu dengan yang lain. Tanpa pemberian otonomi yang luas dan pembagian keuangan yang memadai sukar untuk mencapai hasil pendidikan yang memuaskan.
3. Keperluan dana pendidikan yang tidak sedikit, baik dari Pemerintah maupun dari masyarakat. Padahal penerimaan Pemerintah masih sangat terbatas, apalagi setelah terjadi Krisis Ekonomi yang demikian berat. Juga masyarakat Indonesia menjadi makin miskin setelah terjadi Krisis Ekonomi.
4. Tidak mudah untuk menyadarkan para orang tua untuk memperbaiki pendidikan yang mereka lakukan untuk keluarga masing-masing. Terbukti bahwa di lingkungan orang tua yang cukup berada pun kurang ada perhatian memadai terhadap pendidikan. Dengan penghasilan yang menciut sebagai akibat Krisis Ekonomi, apalagi bagi mereka yang mengalami PHK, sukar sekali untuk minta perhatian orang tua dalam mendidik anaknya. Tentu ada perkecualian, yaitu orang tua yang kuat kesadarannya terhadap keharus mendidik anak, sekalipun keadaan ekonominya hanya pas-pasan.
5. Reformasi yang telah terjadi sejak tahun 1998 besar manfaatnya untuk menghilangkan feodalisme dan segala aspeknya dan sebaliknya menimbulkan kehidupan demokrasi yang penting bagi perkembangan manusia. Akan tetapi reformasi itu juga mengakibatkan sikap kebablasan dalam menggunakan kebebasan. Akibatnya adalah bahwa disiplin masyarakat dan individu yang lemah sebelum terjadi Reformasi, sekarang malahan makin lemah. Sukar diharapkan adanya ketertiban dan keteraturan dalam pelaksanaan segala hal, termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan.
6. Sudah terbentuk kebiasaan yang cukup kuat dalam masyarakat Indonesia yang memandang setiap sektor berdiri sendiri tanpa ada hubungan yang harmonis dengan sektor lain. Kebiasaan ini terutama terbentuk dalam kehidupan bangsa yang sudah tersentuh modernisme, termasuk pendidikan nasional.
7. Sebagai akibat dari pengaruh feodalisme faktor kekuasaan di Indonesia sangat dipegang teguh oleh kebanyakan orang. Karena setiap jabatan mengandung kekuasaan tertentu, maka setiap orang yang memegang satu jabatan sukar sekali untuk bersedia mengharmonisasikan kekuasaan jabatannya dengan orang lain yang mempunyai kekuasaannya sendiri.
Kendala-kendala ini harus dapat kita atasi kalau kita hendak melaksanakan pendidikan nasional dengan pendekatan holistik yang bermutu. Ini bukan kewajiban Pemerintah saja, melainkan merupakan kewajiban seluruh bangsa.
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Telah terjadi perubahan dalam pemikiran umat manusia yang semula berorientasi pada Individu dan Bagian, sekarang menyadari bahwa perlu ada harmonisasi dalam Kebersamaan dan Keseluruhan. Pengutamaan pada Spesialisasi sekarang harus disertai dengan Integrasi dan Interaksi antara setiap Spesialisasi. Itu semua menimbulkan perlunya pendekatan Holistik di samping Analitik.
2. Hal itu juga berlaku bagi bangsa Indonesia dalam usahanya untuk mewujudkan Tujuan Nasionalnya dalam Abad ke 21 dan dalam kehidupan bersama dan berdampingan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kalau bangsa Indonesia kurang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan ini, maka akan dihadapi banyak kesulitan dan hambatan.
3. Pendekatan holistik berlaku bagi setiap aspek kehidupan dan juga untuk pendidikan nasional. Dalam kenyataan banyak hal yang terjadi di Indonesia, termasuk dalam pendidikan nasionalnya, masih jauh sekali dari pendekatan holistik yang diperlukan. Oleh karena itu bangsa Indonesia harus mengadakan usaha penyesuaian yang cukup luas ruang lingkupnya dan karena itu juga memerlukan sumber dana dan daya yang tidak sedikit.
4. Baik pendidikan luar sekolah, khususnya pendidikan di lingkungan keluarga, maupun pendidikan sekolah memerlukan perbaikan yang cukup luas dan mendasar. Para orang tua harus ditingkatkan kesadarannya untuk memberikan pendidikan lebih baik kepada keluarganya. Para guru harus diperbaiki mutunya dan kondisi hidupnya untuk dapat memberikan pendidikan serta motivasi kepada anak didik. Organisasi kemasyarakatan serta organisasi persekolahan harus disesuaikan. Demikian pula fasilitas pendidikan harus diperbaiki dan ditingkatkan mutunya.
5. Padahal Pemerintah dan Masyarakat menghadapi kendala yang tidak ringan untuk dapat menjalankan berbagai keharusan itu. Baik kendala yang bersifat materiil maupun yang non-materiil. Namun demikian seluruh bangsa harus berusaha sebaik-baiknya untuk dapat mengatasi berbagai kendala itu dan menjalankan kewajiban pendidikannya.
Atas dasar Kesimpulan tersebut di atas diusulkan agar Pemerintah, khususnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Karanganyar, mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk sesegera mungkin merealisasikan pendekatan holistik di bidang pendidikan. Untuk itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai penganggungjawab Pendidikan di daerahnya diharapkan untuk :
1. Mengadakan sosialisasi yang luas mengenai pendekatan holistik, terutama yang menyangkut pendidikan nasional.
2. Mengadakan hubungan secara terus menerus dan intensif dengan masyarakat melalui Dewan Perwakilan Rakyat, agar masyarakat memainkan peran yang diperlukan dalam pendidikan nasional, terutama menyangkut penyelenggaraan pendidikan di lingkungan keluarga dan pendidikan swasta yang bermutu.
3. Mengkoordinasikan segala pendidikan yang dilakukan oleh lembaga Pemerintah lainnya agar dilaksanakan sesuai dengan pendekatan holistik yang tepat.
4. Mengusahakan pendanaan Pemerintah untuk dapat menyelenggarakan pendidikan sekolah dengan mutu yang menjamin terwujudnya daya saing internasional dan volume yang sesuai dengan jumlah warga negara Indonesia yang memerlukannya.
5. Melakukan manajemen yang se-efektif dan efisien mungkin atas seluruh organisasi Pendidikan Nasional, khususnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, agar sumber daya dan dana yang terbatas dapat dipergunakan sebaik-baiknya.
6. Memberikan perhatian khusus kepada pendidikan dan kehidupan sosial Guru dan tenaga pengajar pada umumnya agar dapat diperoleh Korps Pengajar yang mutunya menghasilkan pendidikan dengan hasil unggul dan meliputi jumlah pengajar yang sesuai dengan pekerjaan yang dihadapi.
7. Selalu memperhatikan dan mengikuti perkembangan pendidikan bangsa-bangsa lain, khususnya yang ada di sekeliling Indonesia, untuk dapat mengembangkan Pendidikan Nasional yang mempunyai daya saing internasional dan menghasilkan Manusia Indonesia dengan kemampuan tinggi untuk menghadapi serta mengatasi berbagai aspek dan persoalan kehidupan Abad ke 21.
ACUAN GURU INOVATIF
SMK PLUS BHAKTI OETAMA,Perubahan adalah suatu bentuk yang wajar terjadi, bahkan para ahli berpendapat bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang abadi namun secara berkelanjutan kecuali perubahan. Tampaknya perubahan ini merupakan sesuatu yang harus terjadi tetapi tidak jarang dihindari oleh manusia.
Demikian juga halnya dalam dunia pendidikan perubahan-perubahan juga terus terjadi, di Indonesia perubahan yang sering terjadi adalah perubahan kurikulum. KTSP merupakan bentuk kurikulum baru yang sarat dengan perubahan/inovasi. Hal ini dilakukan sebagai jawaban terhadap perlunya mengantisipasi perubahan masyarakat. Perubahan yang terjadi pada kurikulum tentunya juga harus diimbangi dengan perubahan dalam proses pembelajaran. Perubahan yang terjadi pada kurikulum tentunya juga harus diimbangi dengan perubahan dalam proses pembelajaran. Meskipun kurikulum berubah, tidak berarti otomatis akan terjadi perubahan dalam proses implementasi di lapangan. Perubahan tidak akan terjadi apabila guru sebagai pelaksana pendidikan tidak atau belum melakukan perubahan tersebut.
Seorang guru harus selalu siap menghadapi adanya perubahan yang tentunya juga akan membawa resiko, karena jika tetap mempertahankan sikap dan kebiasaan lama tanpa perubahan akan membawa bencana dan malapetaka bagi kemajuan dunia pendidikan , sebab mengkondisikan kurikulum dalam posisi yang tetap menyebabkan pendidikan tertinggal dan generasi bangsa tersebut tidak dapat mengejar kemajuan yang diperoleh melalui perubahan.
Tanggung jawab terbesar terhadap keberhasilan pembelajaran berada di tangan guru karena guru yang berinteraksi langsung dengan peserta didik. How and what are student going to be? Bergantung pada kualitas guru sebagai fasilitator pembelajaran dan kemampuan memosisikan diri sebagai akselerator pencapaian tujuan pendidikan. Tugas guru mencakup banyak aspek: merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, membimbing siswa, mengevaluasi proses dan hasil belajar, dan meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Saat ini, guru dituntut untuk lebih inovatif dalam menentukan/ memilih metode pembelajaran yang digunakan, yang tentunya harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
Implementasi yang dapat dilakukan oleh guru berkaitan dengan pentingnya inovasi yang dilakukan dalam dunia pendidikan antara lain:
1. Proses Pembelajaran Bermakna
Hakekat dan makna belajar diartikan sebagai proses membangun makna dan pemahaman terhadap informasi atau pengalaman. Jadi mengajar merupakan kegiatan partisipasi guru dalam membangun pemahaman siswa.
2. Pembelajaran yang Berpusat Pada Siswa
Dalam sebuah proses pembelajaran, siswa yang berada di kelas mempunyai karakteristik yang berbeda-beda satu sama lain baik dalam minat, kemampuan, kesenangan, pengalaman maupun cara belajarnya. Beberapa siswa tertentu ada yang mudah belajar dengan membaca, siswa lain ada juga yang lebih mudah belajar dengan melihat, mendengar atau ada juga yang lebih mudah dengan kinestetika (gerakan). Proses pembelajaran harus menempatkan siswa sebagai Subjek belajar. Oleh karena itu dalam dalam merancang sebuah kegiatan pembelajaran, mengorganisasi kelas guru perlu beragam dan berinovasi sesuai dengan karakteristik siswa. Artinya bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan harus dapat mendorong siswa untuk dapat mengembangkan potensi kemampuannya secara optimal sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan serta latar belakang sosial siswa masing-masing.
3. Memadukan Kemandirian dan Kerja Sama
Siswa perlu berkompetisi, bekerja sama dan mengembangkan solidaritasnya. Proses pembelajaran perlu memberikan kesempatan kepada siswauntuk mengembangkan semangat berkompetisi sehat untuk memperoleh penghargaan, kerja sama dan solidaritas. Jadi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran guru perlu berinovasi untuk menyediakan tugas-tugas belajar yang menungkinkan siswa untuk bekerja secara mandiri.
4. Pengembangan Ketrampilan Sosial Kognitif dan Emosional
Dalam proses pembelajaran siswa akan lebih mudah membangun pemahamannya apabila dapat mengkomunikasikan gagasannya kepada orang lain. Jadi membangun pemahanam dalam proses pembelajaran akan lebih efektif jika dilakukan dengan interaksi antara siswa dengan lingkungan sosialnya. Interaksi memungkinkan terjadinya perubahan pemahaman pada siswa. Interaksi ini dapat dilakukan melalui proses diskusi, saling bertanya, dan saling menjelaskan serta proses belajar kelompok. Jadi dalam proses pembelajaran guru harus selalu berinovasi untuk menciptakan kondisi dan lingkungan yang memungkinkan siswa dapat bersosialisasi mengembangkan empatinya dan mengkomunikasikan gagasannya kepada orang lain, teman/siswa ataupun guru.
SMK dan PENGANGGURAN
SMK PLUS BHAKTI OETAMA, Wednesday, November 3, 2010Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai katup penyelamat bangsa
Setiap negara diseluruh dunia begitu menekankan pentingnya kualitas pendidikan. Salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan menetapkan anggaran pendidikan yang lebih besar dibandingkan anggaran lainnya. Bisa dibilang bahwa salah satu penyebab banyaknya pengangguran di Indonesia adalah karena kesalahan pada sistem pendidikan serta pelayanan dalam kegiatan belajar mengajar. Kita akan dengan mudahnya mendengar pergantian kurikulum pada setiap pergantian menteri. Tidak bakunya standar pendidikan kita juga menyebabkan ketidapastian dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan. Bahkan untuk menetapkan standar kelulusan pun Indonesia masih sering kebingungan. Tidak hanya sekedar masalah kurikulum, kualitas pengajar pun bisa dibilang tidak sesuai dengan standar yang seharusnya. Kebanyakan para guru yang ditugaskan oleh tiap sekolah untuk memberikan transfer ilmu seperti kebingungan dalam mengajar. Entah karena bingung dengan standar pendidikan yang selalu berubah atau karena memang tidak ahli dalam bidang yang diajarkan. " Dalam setiap kesempatan pembahasan, sepertinya kemiskinan menjadi persoalan serius yang tengah dihadapi, namun sejauh ini belum ada kejelasan apa yang menjadi penyebab utamanya?,"
Kalau mau menarik benang merah dari akar permasalahan, maka penyebabnya tidak lain dari kualitas pendidikan yang masih jauh dari harapan sehingga memunculkan pengangguran baru disetiap akhir tahun ajaran pendidikan.
" Setiap tahun ajaran berakhir, akan muncullah para penganggur - penganggur baru. Apa sebab? karena kualitas pendidikan dan kemampuan keterampilan tamatan sekolah belum bisa memenuhi tuntutan lapangan kerja," tukasnya.
Akhirnya, pengangguran yang bertambah akan meningkatkan angka kemiskinan. Ini harus mendapatkan perhatian dan kejelasan secara gamblang supaya dapat ditarik suatu kesimpulan bersama untuk mengatur langkah dan strategi arah kebijakan umum anggaran untuk lebih fokus terhadap persoalan tersebut.
Setelah mengungkit masalah kualitas pendidikan, masalah kualitas pelayanan pendidikan pun bisa dibilang sangat memprihatinkan. Korban utama dari pendidikan bermutu yang masih timpang itu justru warga miskin yang seharusnya juga menikmati akses pendidikan berkualitas tanpa hambatan. Belum lagi mahalnya biaya sekolah yang menyebabkan banyak orangtua yang enggan untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Padahal kita semua tahu bahwa pendidikan merupakan hak bagi seluruh warga negara Indonesia. Inilah realita yang dialami dunia pendidikan di Indonesia. Kondisi diataslah yang menghambat Indonesia untuk bisa bangkit mengatasi masalah rendahnya kualitas sumber daya manusia serta tingginya angka pengangguran. Minimnya kualitas dan fasilitas pendidikan tentunya berdampak secara signifikan terhadap kualitas manusia itu sendiri. Dan begitu pentingnya pendidikan sehingga seorang Einstein pun sampai berkomentar tentang pentingnya pendidikan. Tanpa pendidikan, taraf hidup serta standar kualitas seorang manusia bisa dikatakan akan berdampak buruk. Seseorang yang memperoleh pendidikan yang semakin tinggi tentunya akan mempunyai kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang hanya tamat sekolah dasar.
Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengejar ketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan dengan perubahan global serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bangsa Indonesia Pada tanggal 11 Juni 2003 Preaiden Republik Indonesia telah mensahkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru, Nomor 20 Tahun 2003 yang terdiri dari 22 Bab dan 77. Dalam UU Sisdiknas ini termuat aspek-aspek yang harus dipenuhi sekaligus menjadi prasyarat penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan oleh pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, maupun masyarakat. Beberapa hal penting yang termaktub dalam UU ini di antaranya adalah standarisasi pengelolaan, SPM (standar pelayanan minimal), kurikulum, dan penjaminan mutu (evaluasi, akreditasi, setifikasi). Akan tetapi, pada kenyataannya masih terkesan pelaksanaan dari Sisdiknas ini tidak pernah sampai pada tataran evaluasi menyeluruh. Secara sistemik, malah terjadi kesenjangan, dan bahkan, ’penyimpangan’ sistem pendidikan dalam praktinya.
Salah satu hal paling substansial guna menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas sudah selayaknya pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan keberlanjutan (pasal 47 ayat 1)., maka pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan Hal penting lainnya yang dituangkan dalam UU Sisdiknas yang baru adalah konsep kesetaraan, antara satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Akses pendidikan bermutu bagi sebagian besar siswa masih menjadi masalah. Sangat diharapkan oleh banyak penyelengara pendidikan daerah agar tidak ada lagi istilah satuan pendidikan “plat merah” atau “plat kuning”; semuanya berhak memperoleh dana dari negara dalam suatu sistem yang terpadu.
Bagaimana dengan alokasi anggaran pendidikan kita pada pasca reformasi?
APBN Alokasi Rasio
2005 33,40 triliun 8,1 %
2006 44,11 triliun 10,1 %
2007 53,07 triliun 10,5 %
2008 158,52 triliun 18,5 %
2009 207,41 triliun 20,0 %
2010 209,54 triliun 20,0 %
Kalau dilihat sepintas ilustrasi anggaran dalam tabel diatas telah terjadi peningkatan anggaran pendidikan yang dramatis dan cukup mencengangkan, telah terjadi kenaikan rasio yang sangat signifikan. Namun perlu dikritisi apakah kenaikan alokasi dana tersebut berbanding lurus dengan kualitas pendidikan sekarang?
Fakta bahwa peningkatan anggaran APBN tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan warganya. Dalam pemberitaan televisi, setiap menjelang atau sesudah pelaksanaan Ujian Nasional, masyarakat dihebohkan dengan berita-berita miring mengenai peserta didik yang mengalami stress, depresi hebat, dan bahkan bunuh diri setelah hasil perjuangannya menimba ilmu selama di sekolah sia-sia hanya karena tidak lulus ujian. Yang belakangan santer diberitakan adalah masalah pembocoran soal atau penyebaran kunci jawaban UN kepada peserta ujian dengan alasan tidak mau sekolahnya berpredikat buruk.
Ngerinya lagi, para siswa yang tugasnya belajar, ternyata sering terlibat tawuran antar sekolah, bahkan banyak yang berujung maut. Itulah sebagian contoh nyata tentang belum berhasilnya sistem pendidikan Indonesia, meskipun anggaran dananya sudah mencapai 20% dari APBN.Pertanyaan mendasar sekarang adalah apa yang harus dilakukan pihak-pihak terkait terutama para praktisi pendidikan nasional guna mendongkrak kualitas dan prestasi pendidikan kita, minimal di wilayah Asia Tenggara dulu?
Dunia pendidikan masih terus menggugat keberadaan Undang-Undang No. 20/2003 pasal 50 ayat 3 jelas-jelas dinilai telah melahirkan kastanisasi dan bencana intelektual. Dengan bunyi pasal tersebut, kata dia, membuat sekolah menjadi terbagi dalam berbagai strata yang sangat dipengaruhi oleh besaran pembayaran. Mulai dari Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Sekolah Standar Nasional (SSN) dan Sekolah Reguler. “Ini menjadikan layanan pendidikan dari pemerintah tak merata. Bahkan memunculkan fragementasi secara sosial dan ekonomi,” ujarnya. Kelompok masyarakat kaya dan pintar atau bodoh tapi kaya yang jumlahnya mencapai 10 persen dari jumlah siswa di Indonesia akan memilih bersekolah di SBI dan RSBI. Sedangkan masyarakat miskin tapi pintar akan memilih bersekolah di SSN yang jumlahnya mencapai 40 persen. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat miskin dengan intelektualitas rendah bersekolah di sekolah reguler terutama sekolah-sekolah swasta pinggiran. ”Hal ini bertentangan dengan amanat konstitusi yang menyebut pendidikan jadi tanggung jawab Negara,” katanya.
Bangsa kita akan semakin terpuruk, semua urusan harus dengan biaya tinggi karena pihak pengelola menggunakan kesempatan untuk mendapat uang besar dari yang dikelola. Memperkaya diri melupakan pertumbuhan bangsa, sementara bangsa lain demikian serius memperkuat bangsanya. Kita hanya mengumpulkan uang dan menjadi konsumtif, tidak kreatif apalagi produktif. Maka kita akan selalu impor dan sedikit sekali ekspor. Kapan kita memikirkan biaya pendidikan semurah murahnya dan menjangkau rakyat sebanyak banyaknya agar bangsa ini pintar,efisien, bangun untuk kreatif dan produktif jangan beli melulu gak bisa bikin.
Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi Republik Indonesia, pada tanggal 15 Mei 2010 menyatakan pada acara wisuda 74 mahasiswa program pasca sarjana di Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Bandar Lampung bahwa; kondisi pendidikan mayarakat masih memerlukan perhatian yang serius dari pemerintah maupun pihak swasta, bahkan seringkali terjadi antara dunia kerja dan dunia usaha tumbuh tidak menjadi kesatuan yang dikembangkan oleh sistem pendidikan nasional. Dengan kondisi ini menurutnya, terjadi ketidak seimbangan antara lulusan pendidikan formal dengan reaalitas pasar kerja, sehingga angka pengangguran di Indonesia saat ini sangat tinggi.
Sebagai gambaran saat ini, dan dari data yang dapat penulis telusuri dari internet didapatkan persentase pengangguran yg cukup menarik:
pendidikan, jumlah pengangguran, persentase pengangguran;
tidak pernah sekolah, 278.329, 3,48%
tidak tamat sd, 573.079, 7,16%
tamat sd, 1.893.565, 23,65%
tamat sltp, 1.768.317, 22,31%
tamat smu, 2.932.490, 36,64%
tamat akademi/diploma, 251.134, 3,14%
tamat universitas, 289.099, 3,61%
Dan bila diperhatikan dengan seksama lulusan SLTP dan SLTA merupakan prosentase terbesar, dan dari sanalah sesungguhnya pembenahan implementasi program pendidikan kedepan.
Kalau mau menarik benang merah dari akar permasalahan, maka penyebabnya tidak lain dari kualitas pendidikan yang masih jauh dari harapan sehingga memunculkan pengangguran baru disetiap akhir tahun ajaran pendidikan. Dan setiap tahun ajaran berakhir, akan muncullah para penganggur - penganggur baru. Apa sebab? karena kualitas pendidikan dan kemampuan keterampilan tamatan sekolah yang selanjutnya menjadi bagian dari cadangan sumber daya manusia Indonesia belum bisa memenuhi tuntutan lapangan kerja. Akhirnya, pengangguran yang bertambah akan meningkatkan angka kemiskinan. Ini harus mendapatkan perhatian dan kejelasan secara gamblang supaya dapat ditarik suatu kesimpulan bersama untuk mengatur langkah dan strategi arah kebijakan umum anggaran untuk lebih fokus terhadap persoalan tersebut.
Kembali tentang pembahasan kualitas sumber daya manusia, sistem dan implementasi pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta sama-sama telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya.
Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi tersebut. Karena sekolah berada pada pada bagian terdepan dari pada proses pendidikan, maka diskusi ini memberi konsekwensi bahwa sekolah harus menjadi bagian utama di dalam proses pembuatan keputusan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Sementara, masyarakat dituntut partisipasinya agar lebih memahami pendidikan, sedangkan pemerintah pusat berperan sebagai pendukung dalam hal menentukan kerangka dasar kebijakan pendidikan.
Komitmen pemerintah sangat ditunggu-tunggu untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara komprehensip dan menyeluruh, baik ditingkat pusat apalagi tingkat daerah yang notabene populasi keluarga miskin jauh lebih besar dibandingkan komunitas perkotaan.
Selayang pandang pemerintah telah menyadari bahwa belum dapat mengangkat totalitas kinerja dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia secara baik. Sebagai salah satu upaya nyata, namun masih secara parsial yang pada akhir-akhir ini di tayangkan di televsi iklan dari Departemen Pendidikan yang menggalakkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Para siswa secara intent mendapatkan pembelajaran yang berkenaan langsung dengan pekerjaan mereka juga dibekali dengan pelajaran adaptif maupun normatif seperti yang didapat bila sekolah di SMU. Kelebihan sekolah di SMK sebelum lulus para siswa diberi kesempatan Praktek Kerja Lapangan atau PKL, disini mereka akan mengasah kemampuan mereka yang didapat dari sekolah. Umumnya para siswa akan dilepas didunia kerja rata-rata antara 3 sampai 6 bulan. Seperti Kuliah yang ada istilah Magang, ya menurut penulis hampir-hampir mirip. Pada Kelulusan pun Siswa di SMK diharuskan membuat sebuah karya atau disebut Tugas Akhir (TA) yang nantinya dijadikan penilaian sampai sejauh mana penguasaan keahlian setelah selama 3 tahun belajar.
Mungkin karena beberapa kelebihan SMK di atas Pemerintah merekomendasikan sekolah di SMK. Karena dengan ketrampilan yang sudah dimiliki bisa dijadikan usaha untuk menekan pengangguran bahkan bisa untuk menciptakan lapangan kerja. Karena di SMK hampir semua bidang ada, mulai dari Konstruksi Bangunan, Perkayuan, Listrik, Otomotif samai komputer ada. Jadi tergantung minat siswa untuk memilih dan mengembangkan sesuai bakat dan kemana mereka selanjutnya akan melangkah. Namun beberapa masyarakat berpandangan negatif dengan istilah menekan pengangguran. Beberapa orang menganggap bahwa lulusan SMK hanya akan mejadi karyawan atau buruh untuk selamanya.
Mereka menginginkan anak-anak mereka untuk menjadi orang yang bekerja enak atau mingkin kantoran atau jadi bos. Anggapan itu mungkin hanya dilontarakan oleh orang-orang yang secara materi berada, tapi itu ya udah urusan mereka sendiri, yang pasti kita sekarang melihat realita masyarakat indonesia pada umumnya saja. Tapi toh tidak jarang dari kalangan orang berada pun menyekolahkan anaknya di SMK karena mereka yakin di SMK akan mendapat sesuatu yang lebih dari pada “Bukan SMK”. Dan selain itu pengalaman saya semasa sekolah dulu, sering beberapa orang tua yang anaknya sekolah di “Bukan SMK” mengecap SMK adalah sekolah kumpulan anak-anak nakal. Karena sering menemui yang paling banyak nongkrong di terminal, bolos kebanyakan siswa SMK Yah.. itu penilaian masyarakat saja karena tidak semua sependapat (dulu). Sekarang dengan gencarnya iklan di televisi mudah-mudahan akan merubah pemikiran dari beberapa masyarakat tersebut.
Akhirnya, penulis berharap pada masyarakat luas dapat menyadari bahwa jenjang pendidikan SMK merupakan pendidikan yang strategis dimana memberikan pendidikan kompetensi lulusan yang siap kerja sekaligus juga bisa melanjutkan pendidikan di jenjang sekolah tinggi, penulis setuju dengan program pemerintah ini merupakan katup penyelamat pengguran dan mudah-mudahan dapat memajukan bangsa ini. Apalagi nanti bila negara ini mulai mempertimbangkan skill bukan hanya ijazah dalam dunia kerja. Amin
Bambang S. SOETOMO
SMK Plus BHAKTI OETAMA
Gondangrejo, Karanganyar
PERKANTORAN MODERN
SMK PLUS BHAKTI OETAMA,PAPERLESS OFFICE CAMPAIGN
Konsep Paperless adalah mengurangi pemakaian kertas bukan meniadakan pemakaian kertas sama sekali. Jadi jangan menerjemahkan Paperless = “Bebas Kertas”. Karena idealnya adalah hampir tidak mungkin untuk kantor tidak memakai kertas.
Dengan konsep paperless office, pekerjaan-pekerjaan administrasi ditangai secara lebih praktis.Beberapa keunggulan yang dapat diketengahkan di sini adalah surat yang diperlukan bisa didapat dalam hitungan detik , tidak gampang hilang, bisa dikirim ke alamat dan tujuan berbeda sekaligus, biaya pengiriman dapat ditekan serendah-rendahnya.
Mengapa perlu konsep paperless? Kertas semakin mahal dan ketersediaan bahan baku kertas yang mengamcam kelestarian hutan seharusnya menjadi alasan yang kuat bagi kita untuk mempergencar kampanye penggunaan konsep paperless office ini.
PENGERTIAN DAN FUNGSI
Definisi ilmu administrasi perkantoran, rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi, dan mengendalikan hingga menyelenggarakan secara tertib pekerjaan administrasi perkantoran untuk menunjang pencapaian tujuan organisasi.
Program Keahlian Administrasi Perkantoran Suatu program pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan yang merupakan pendidikan yang berbasis kompetensi. Pendidikan ini hendaknya dapat menyiapkan lulusan yang mempunyai kompetensi sebagai Calon Karyawan/Pegawai Administrasi yang handal dan professional yang diharapkan mampu memahami dan menerapkan manajemen perkantoran modern dengan baik dan benar antara lain;
a. Menjadi orang yang efisien
b. Mengetahui penggunaan software
c. Mengetahui prosedur dalam menyiapkan dan memroses komunikasi tertulis
d. Memahami konsep dari prosedur equipment oriented
e. Mengetahui prosedur dan langkah kerja untuk bernegosiasi
f. Menggunakan otomatisasi kantor
g. Menggunakan sumber data yang kredibel
h. Memahami filing dan records control
i. Memahami jasa lanyanan bank yang berhubungan dengan prosedur kantor
j. Mengetahui pentingnya job campaign
k. Menyadari peluang karier dan mobilitas pekerjaan
l. Menjadi orang yang sadar untuk menjaga lingkungan hidup.
PAPERLESS OFFICE SEBAGAI PERWUJUDAN PERKANTORAN MODERN.
Pada dasarnya paperless office memiliki banyak manfaat selain ramah lingkungan karena tidak menambah sampah juga cukup membantu mengurangi tumpukan kertas di meja kerja atau belajar. Ditambah lagi dengan format digital itu penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan cepat. Memang maksud dari paperless office ini bagus, apalagi sekarang ini sudah banyak orang yang punya komputer, laptop, UMPC, maupun PDA yang bisa membaca dokumen-dokumen digital dengan mudah.
Praktek Administrasi Perkantoran di masa silam, penggunaan filing cabinet dirasakan sudah cukup dan rapi untuk pengarsipan. Berpuluh tahun kemudian, ketika bisnis semakin kompleks, filing cabinet sudah tidak mampu lagi menampung dokumen. Pekerjaan mengarsip juga menjadi pekerjaan yang melelahkan (Memindahkan, mensortir, membolongi kertas, merapikan, menandai, menyimpan dan mencari dokumen ). Butuh waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk urusan seperti ini. Ruang yang tersita untuk filing cabinet dan kardus arsip rasanya juga semakin “menjajah” ruangan.
Jargon paperless office memang sudah menggema beberapa beberapa waktu yang telah lalu. Sejak kemajuan di bidang teknologi informasi dan komputer, manusia mendapatkan alternatif lain dalam mengolah dan membaca, Namun perubahan merupakan sesuatu yang sulit diterapkan setelah terbiasa dengan budaya kerja yang telah dilakukan sebelumnya. Gerakan ini harus melibatkan semua orang dan memakan waktu yang tidak sebentar. Jadikanlah ini sebagai sebuah budaya kerja sehat dan Paperless office akan menjadi kenyataan.
Kontribusi aktual Program Keahlian Administrasi Perkantoran dalam upaya mentransformasikan ilmu perkantoran modern dengan mengaplikasikan konsep Paperless office sekaligus mengembangkan wawasan terhadap pelestarian lingkungan hidup akan menjadikan budaya bangsa kedepan. Peserta didik sejak dini sudah ditanamkan rasa saling ketergantungan antara manusia dan lingkungan hidup secara simultan diperkenalkan konsep 3R, Reduce, Reuse and Recycle. Peserta didik selalu diarahkan secara berkelanjutan agar pemakaian kertas dikurangi melalui konsep 3R dan dilakukan pencerahan bahwa;
a. Reduce atau pengurangan jumlah kertas yang dipergunakan berdampak penebangan hutan juga akan ikut berkurang karena kayu sebagai bahan dasar pembuatan kertas permintaannya dikurangi .
b. Reuse atau memakai kembali berarti menggunakan kembali barang-barang yang masih layak kita pakai. Tak perlu langsung membuang barang-barang yang masih sangat layak. Kalaupun misalnya Anda tak ingin menggunakan lagi, jangan langsung dibuang. Tapi dijual kembali atau diberikan kepada yang berhak. Pola konsumtif yang berlebihan juga akan merusak keuangan Anda.
c. Recycle atau daur ulang. Gunakan barang-barang yang tertera lambang recycle-nya. Barang-barang ini lebih ramah lingkungan karena dibuat dari produk daur ulang. Atau jika Anda merasa repot, cukup kumpulkan sampah non organik pada satu wadah dan berikan kepada pemulung untuk kemudian diolah kembali.
Perubahan merupakan sesuatu yang sulit diterapkan setelah terbiasa dengan budaya kerja secara tradisional. Gerakan ini harus melibatkan semua orang di kantor dan memakan waktu yang tidak sebentar. Jadikanlah ini sebagai sebuah budaya kerja sehat dan Paperless office akan menjadi kenyataan.
Dunia digital sekarang telah digandrungi. e-Mail, Facebook, Twitter, Kaskus, YouTube, dan layanan-layanan yang tersedia di Web bisa kita gunakan secara bebas. Apa sih inti dari penggunaan dunia digital seperti itu? Intinya adalah, dunia tanpa kertas. Paperless world.
Tapi, kadang implementasi teknologi digital tersebut kurang begitu meraksuk ke dalam kantor, dan tentu saja sekolah, karena di sana yang lebih dominan adalah kertas, ketimbang penggunaan teknologi digital, meski sudah ada fasilitas dan sarana untuk melakukannya. Tapi pada dasarnya paperless office memiliki banyak manfaat selain ramah lingkungan karena tidak menambah sampah juga cukup membantu mengurangi tumpukan kertas di meja kerja atau belajar. Ditambah lagi dengan format digital itu penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan cepat.
IMPLEMENTASI PAPERLESS OFFICE DENGAN OTOMASI PERKANTORAN.
Perkembangan TI berjalan seiring dengan perkembangan kebutuhan hidup dan gaya hidup manusia yang semakin kompleks. Bagi sebuah perkantoran modern, manfaat yang didapat dari teknologi informasi berbasis Internet cukup banyak, kegunaannya adalah;
a. Tukar menukar informasi secara sangat cepat
b. Memperoleh data Perkembangan organisasi cepat
c. Mengurangi penggunaan kertas dan tinta
Sistem otomasi perkantoran atau office automation system yang disingkat OAS dapat didefinisikan sebagai sistem elektronik formal yang mendukung pekerjaan kantor terutama dalam komunikasi informasi dari orang-orang yang ada di dalam maupun di luar organisasi. OAS dimaksudkan untuk memudahkan segala jenis komunikasi informasi, baik lisan maupun tertulis. Aplikasi OAS telah berkembang, mulai dari pengolah kata, kemudian satu demi satu bertambah hingga sekarang sedikitnya ada tigabelas macam aplikasi yaitu:
a. Pengolahan kata (word processing)
b. Surat elektronik (electronic mail / e-mail)
c. Voice mail
d. Lembar kerja (spreadsheet)
e. Kalender elektronik (electronic calendar)
f. Konferensi audio
g. Konferensi video
h. Konferensi komputer
i. Videotex
j. Faksimili (facsimile)
k. Pencitraan (imaging)
l. Desktop publishing
m. Perangkat Presentasi
Pengolahan Kata (Word processing)
Pengolahan kata adalah penggunaan alat elektronik (komputer) yang secara otomatis menyediakan banyak fasilitas yang diperlukan untuk menyiapkan, menyimpan, dan mencetak dokumen (seperti surat, naskah buku, jurnal, paper, dsb).
Sistem pengolah kata menggunakan perangkat lunak yang disebut wordprocessor. Perangkat lunak ini menyiapkan fasilitas untuk meng-edit dokumen, seperti pemindahan kata/kalimat, perbaikan, penghapusan, pengubahan format halaman, penggabungan dokumen, pencetakan, dan sebagainya. Ketika software sudah diaktifkan maka naskah dari dokumen mulai diketik melalui keyboard masuk kedalam memory komputer, dokumen ini dapat di-edit, dan dapat disimpan, dan dibaca kembali pada akan diperbaiki atau ditambah isinya. Ketika diperlukan dalam bentuk cetakan maka dokumen tersebut dapat dicetak pada printer.
Beberapa software pengolah kata yang populer adalah MS-Word™ produk Microsoft, Openoffice-Writer yang merupakan software gratis, dan WordPerfect™. Pada hakekatnya banyak sekali perangkat lunak pengolah kata yang sudah diciptakan dan setiap software tersebut tentu memiliki keunggulan dan juga kelemahan, user dapat memilih salah satu dari paket perangkat lunak untuk digunakan. Perlu ditekankan disini bahwa setiap software memiliki karakteristik tertentu yang belum tentu dimiliki oleh software yang lain sehingga file-nya pada umumnya tidak dapat dipertukarkan.
Gambar berikut ini menunjukkan salah satu bentuk interface dari salah satu software pengolah kata yaitu MS-Word™.
Surat Elektronik (e-mail)
Surat elektronik sangat populer dengan nama e-mail adalah penggunaan peralatan elektronik (komputer) yang berada dalam suatu jaringan (seperti LAN atau Internet) untuk menyampaikan surat ke komputer lainnnya. Setiap orang yang menggunakan e-mail harus memiliki e-mail account pada suatu penyedia layanan e-mail (mail server provider) dan diberi alamat surat elektronik misalnya smk_bhakti_oetama@yahoo.com, dan penyedia layanan ini akan menyediakan sebuah kotak surat untuknya (mailbox). Ketika seseorang mengirim e-mail ke suatu alamat, maka surat itu akan disampaikan ke mailbox yang sesuai dengan alamat tersebut. Penerima e-mail akan menerima surat ini pada saat dia membuka mailbox-nya.
Voice Mail
Voice mail serupa dengan e-mail, bedanya e-mail mengharuskan surat/pesan diketik sedangkan voice mail mengharuskan pesan direkam dalam bentuk suara kemudian disimpan pada mailbox penerima pesan. Sistem voice mail menggunakan komputer yang menyediakan mailbox bagi setiap penggunanya, suara yang direkam diubah ke digital kemudian disimpan dalam mailbox storage (hardisk), ketika penerima membuka mailboxnya maka pesan suara digital ini diubah kembali ke suara analog dan diperdengarkan isinya.
Lembar Kerja (Spreadsheet)
Lembar kerja (spreadsheet) adalah perangkat lunak yang bisa membantu pemakainya dalam menyiapkan tabel-tabel dan grafik-nya. Lembar kerja ini terdiri atas sel-sel data yang disusun dalam bentuk matriks, memiliki baris dan kolom. Kedalam sel bisa dituliskan angka maupun teks. Angka-angka yang berada dalam kumpulan sel dapat dibentuk menjadi grafik, seperti grafik bundar (pie), batang (bar), dan bentuk lainnya.
Beberapa software lembar kerja terkenal adalah: MS-Exel™, Lotus 123™ dan Openoffice.org.Calc. Berikut ini adalah interface dari Openoffice.org.Calc.
Kalender Elektronik (electronic calendar)
Kalender elektronik adalah penggunaan peralatan elektronik untuk mencatat, menyimpan, dan meng-akses kalender acara / kegiatan para pimpinan. Perangkat lunak kalender elektronik biasanya terpadu dengan software e-mail (misalnya Microsoft Outlook) dengan fasilitas memasukkan kegiatan harian, meng-edit kegiatan, memeriksa kembali, mencetak, dan memberi alarm (remainder) pada kegiatan penting, dsb.
Kalender elektronik dapat dipasang dalam jaringan sehingga memungkinkan kolaborasi jadwal beberapa pimpinan/staff, misalnya akan diadakan rapat maka program kalender dapat memeriksa semua jadwal yang ada sehingga dapat dipilih waktu luang dimana setiap orang bisa hadir. Walau demikian acara tertentu bisa di-proteksi sehingga tidak bisa diakses oleh orang lain.
Konferensi Audio
Konferensi audio (audio conferencing) adalah pemanfaatan fasilitas komunikasi suara dua arah (telepon, PABX) untuk melakukan percakapan yang melibatkan lebih dari 2 orang secara paralel, bersamaan. Berbagai kelebihan konferensi audio adalah sebagai berikut:
Biaya peralatan untuk konferensi audio dapat terjangkau, karena umumnya organisasi sudah memiliki fasilitas komunikasi suara.
Pada umumnya orang lebih bebas mengemukakan pendapatnya bila tidak bertatap muka langsung, berbicara hanya melalui telepon.
Mengurangi biaya dan waktu transportasi untuk berkumpul disatu tempat, karena peserta bisa berada ditempatnya masing-masing.
Ketika suatu konferensi audio akan dilakukan maka seseorang harus bertindak sebagai moderator agar dapat mengatur pembicaraan dan dapat memberi kesempatan pada setiap peserta.
Konferensi Video
Konferensi video (video conferencing) adalah pemanfaatan peralatan video (TV) untuk mem-fasilitasi pertemuan para peserta konferensi dari lokasi geografis yang berjauhan, misalnya pertemuan para anggota kabinet yang sebagian sedang berada di Washington, DC, Amerika Serikat dan sebagian lagi berada di Jakarta. Walau konferensi video bisa menghemat biaya perjalanan, banyak perusahaan tidak termotivasi untuk menggunakan-nya hanya untuk alasan tersebut, tetapi lebih kepada kemungkinan melibatkan peserta (staff dan manager) yang lebih banyak dari tempat berbeda untuk bisa ikut dalam pengambilan keputusan.
Konferensi Komputer
Konferensi komputer menggunakan peralatan jaringan komputer untuk melaksanakan konferensi video, konferensi audio, dan e-mail (konferensi text). Konferensi komputer biasa disebut sebagai teleconference. Salah satu pemanfaatan konferensi komputer adalah distance learning atau e-learning, dimana perkuliahan dapat dilakukan serentak dibeberapa kampus (lokasi) yang secara geografis bisa sangat berjauhan.
Videotex
Videotex adalah pemanfaatan komputer untuk menampilkan berbagai informasi (terutama teks) pada berbagai layar monitor agar banyak orang bisa melihatnya. Sebagai contoh monitor yang menampilkan harga saham di Bursa Effek, atau melalui jaringan komputer ke monitor beberapa orang, adalah pemakaian videotex. Suatu organisasi dapat menggunakan videotex untuk menyebarkan informasi umum organisasi-nya sehingga semua staf dapat melihatnya tanpa perlu bertanya lagi.
Beberapa perusahaan menyediakan videotex yang bisa diakses melalui internet, misalnya Dow Jones News/Retrieval Service menyediakan informasi bisnis dan harga-harga saham diberbagai bursa effek.
Faksimili (Facsimile)
Faksimili sering disingkat menjadi FAX merupakan fasilitas yang dapat digunakan untuk mengirim dokumen dari satu lokasi ke lokasi lain melalui saluran telepon. Mesin Fax pengirim men-scan dokumen menjadi sinyal analog dan kemudian mentransmisikan sinyal ini melalui saluran komunikasi (telepon), setelah sampai di tujuan mesin Fax penerima akan mengubah sinyal ini menjadi cetakan dokumen pada kertas. Dewasa ini komputer dapat dilengkapi dengan modem dan perangkat lunak fax sehingga dapat mengirim dokumen yang dibuat dengan pengolah kata sebagai dokumen fax.
Pencitraan (imaging)
Pencitraan adalah proses pengubahan dan penyimpanan dokumen dalam bentuk citra. Peralatan pencitraan pada umumnya disebut scanner, namun ada dua jenis scanner, yaitu photo-scanner dan character-scanner (Optical Character Recognition / OCR). Scanner mengubah dokumen menjadi bit atau pulsa digital sehingga dapat disimpan dalam file komputer. Kualitas dari photo-scanner ditentukan oleh kemampuannya merepresentasi gambar dalam bintik cahaya, sehingga diukur dalam satuan dots per inch (dpi). Sebagai contoh suatu scanner dengan 1600 dpi, berarti satu inchi persegi dari gambar diubah menjadi 1600 bintik. Bintik ini kemudian diubah menjadi pixel (picture element) ketika ditampilkan di monitor komputer. OCR pada prinsipnya men-scan karakter pada kertas dan mengubahnya menjadi byte untuk disimpan dalam komputer.
Selain dengan scanner, kini pencitraan dapat dilakukan juga dengan kamera digital dimana objek yang ditangkap oleh lensa diubah menjadi citra digital dalam bentuk bit atau pixel. Pada dasarnya semakin besar pixel yang bisa dihasilkan oleh kamera pada saat mengambil gambar semakin baik kualitas gambar digital yang dihasilkan.Kini ponsel yang dilengkapi dengan kamera digital mampu mengubah objek menjadi 2 sampai 3 juta (mega) pixel, sedangkan kamera professional seharusnya memiliki kemampuan diatas 8 juta pixel.
Desktop Publishing
Desktop Publishing adalah pemanfaatan komputer untuk melakukan proses pembuatan dokumen cetak dengan kualitas yang mendekati mesin offset atau typesetter. Perangkat lunak desktop publishing diperlengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mengatur letak (layout) hasil cetakan, mengubah jenis dan ukuran huruf, mengatur dan memperbaiki tampilan gambar, dan sebagainya. Monitor yang digunakan untuk desktop publishing biasanya dipilih yang resolusi-nya tinggi sehingga dengan fasilitas WYSIWYG (what you see is what you get) maka apa yang tampil di monitor persis dengan hasil cetakan-nya nanti.
Perangkat Presentasi
Pimpinan organisasi yang sering mengemukakan ide-nya melalui presentasi kini dapat melakukan presentasi-nya jauh lebih mudah, dengan menggunakan perangkat presentasi yang terdiri atas: Komputer, LCD Proyektor, Screen, dan perangkat lunak presentasi. Microsoft menyediakan software presentasi yang dikenal dengan nama PowerPoint, walaupun perusahaan software lain juga menyediakan hal yang sama, misalnya OpenSource menyediakan opensorce.org.impress. Bahan presentasi diketik melalui software presentasi menjadi slide, yang dapat dipercantik dengan bingkai yang disediakan, serta dapat dikombinasikan dengan musik dan video.
Gondangrejo, 3 November 2010
Bambang SOETOMO
Dirgahayu Kemerdekaan RI Ke-65
SMK PLUS BHAKTI OETAMA, Wednesday, August 18, 2010Dalam upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-65 hari Selasa tanggal 17 Agustus 2010 di Lapangan Kecamatan Gondangrejo, SMK Plus Bhakti Oetama mendapat tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
Pasukan delapan tersebut terdiri dari:
1. Nur Hasanah (pembawa bendera)
2. Mulyatin
3. Lilik Setyawan
4. Ari Purnomo Aji
5. Setyawan
6. Ani Setyawan
7. Ana Maria
8. Murni Andriyanti
Pelakasanaan tugas upacara pengibaran bendera dan penurunan bendera berjalan dengan lancar.
Semoga tugas ini memberikan motivasi bagi siswa siswi SMK Plus Bhakti Oetama untuk terus berprestasi.
Salam Bhakti Oetama Jaya ...
By Mr. Purwanto, S.Pd
Pemantapan Pengurus OSIS
SMK PLUS BHAKTI OETAMA, Friday, July 30, 2010VISI & MISI
SMK PLUS BHAKTI OETAMA, Tuesday, July 27, 2010Mendidik tenaga Pelaksana yang profesional didasarkan pada KSA (Knowledge, Skill and Attitude).
MISI
Berparsisipasi aktif dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia secara berkesinambungan dan berkelanjutan.
Apa saja tugas pengelola sekolah dimasa yang akan datang ?
Pertama adalah mengelola proses kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan kondisi dan situasi saat ini yaitu mengelola kegiatan pada era transisi dari era agriculture yang relatip sederhana ke era industri dan era informasi yang sangat komplek, dari lingkungan lokal kearah lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan regional dan selanjutnya mengarah kelingkungan yang global.
Kedua, membangun sumber daya manusia yang ulet dan tangguh untuk menghadapi masa depan yang sarat dengan ketidak pastian.
Ketiga, melakukan destabilisasi sistem dalam batas kemampuan individu atau organisasi.
Keempat, menjaga keseimbangan antara kestabilan untuk menjaga efisiensi dan untuk memenuhi perubahan tuntutan masa depan, dan semua itu dilaksanakan secara berkesinambungan.
Untuk menjawab tantangan tersebut Sekolah Menengah Kejuruan plus Bhakti Oetama turut berkontribusi dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang kompeten, mandiri , profesional dan berwawasan global. Program pendidikan SMK plus Bhakti Oetama dirancang utamanya untuk mencetak tenaga menengah yang kapabel dan profesional namun juga memberikan pelajaran teori yang kuat sebagai dasar bagi para lulusan yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan utamanya memberikan memberikan pembelajaran secara tuntas dengan memberikan latihan kerja yang memadai baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan perkantoran dan industri. Program ini diharapkan menghasilkan tenaga menengah yang mempunyai keunggulan kwalitatip dan komparatip yang tidak perlu diragukan karena para lulusan sekolah ini diharapkan memiliki karakteristik unggul seperti :
- Menguasai bidang kerja sebagai tenaga menengah yang baik, menguasai bidang kerjanya baik secara teoritis maupun praktis.
- Memiliki kemampuan yang andal sebagai pelaksana yang handal, berdedikasi, mandiri dan efisien.
- Memiliki kemampuan yang terintegrasi dalam meng-implementasikan pekerjaan yang diberikan, dapat bekerja sama lintas fungsional dan horisontal, pada perusahaan swasta baik nasional maupun swasta asing, kantor pemerintah dan koperasi.
- Memiliki indera bisnis tajam untuk dapat mengelola usaha kecil yang mandiri, kompetitip, dan senantiasa memanfaatkan peluang-peluang baru.
Profil SMK Plus Bhakti oetama
SMK PLUS BHAKTI OETAMA,Nama Sekolah : SMK/SMEA Plus Bhakti Oetama
Tgl & tahun berdiri : 3 April 2001
Ijin Sekolah : SK Mendiknas No. 1322/I03 08/MN/2001
Alamat Sekolah : Jl. Raya solo-Purwodadi Km. 11 Gondangrejo, Karangayar
Jenis Sekolah : Bisnis manajemen
Status : -----
Akreditasi : B
Telepon : (0271) 6812250, 6812388
Fax : (0271) 6812411
Email : smk.plus.bhakti.oetama@gmail.com
Website : smk-plus-bhakti-oetama.blogspot.com
Kepala Sekolah : Drs. Bambang S. Soetomo M.M.
Sarana Prasarana
SMK PLUS BHAKTI OETAMA,1. Lab. Komputer & Internet
2. Lab. Perkantoran (mengetik)
3. Lab. Tata Busana
4. Perpustakaan
5. Koperasi
6. Wartel
7. Studio musik (Band)
8. BKK (Penyaluran Kerja)
9. Kantin
10. Mushola
Program keahlian
SMK PLUS BHAKTI OETAMA,ADMINISTRASI PERKANTORAN
TATA BUSANA
TATA BOGA (Rencana)
Gallery
SMK PLUS BHAKTI OETAMA, Monday, July 26, 2010Hasil Karya Tata Busana | Ekstrakulikuler TEKWONDO | Bangunan Gedung SMK Plus Bhakti Oetama |
Peringatan HUT Yayasan Lomba Memasak | Peringatan HUT Yayasan diisi dengan pensi | Peringatan HUT Yayasan Lomba Tumpeng |
Kumpul Alumni dengan OSIS & Guru | Kemah Bakti Penerimaan Siswa Baru | Masa Orientasi Siswa Baru |
Ekstrakulikuler SMK Plus Bhakti Oetama
SMK PLUS BHAKTI OETAMA,PRAMUKA
Tempat : Gedung SMK Plus Bhakti Oetama Gondangrejo
Pelaksanaan : Jum’at Pukul 13.00 WIB
Prestasi : ---------
TEKWONDO
Tempat : Gedung SMK Plus Bhakti Oetama Gondangrejo
Pelaksanaan : Sabtu Pukul 15.00 WIB
Prestasi : ---------
MUSIK
Tempat : Gedung SMK Plus Bhakti Oetama Gondangrejo
Pelaksanaan : Rabu Pukul 15.00 WIB
Prestasi : ---------
GURU DAN TATA USAHA
Buku Tamu
Menurut Anda Bagaimana Tampilan Blog SMK Plus Bhakti Oetama ini ?
Blog Tutorial Untuk Pemula
- 1. Panduan membuat blog
- 2. Cara setting blog
- 3. Memilih template
- 4. Mengatur huruf dan warna
- 5. Cara memposting artikel
- 6. buat Read more pada template klasik
- 7. Cara membuat Text Area
- 8. Cara membuat menu dropDown
- 9. cara Upload foto
- 10. Cara membuat Link(1)
- 11. Cara membuat Link(2)
- 12. Cara membuat marquee (text berjalan)
- 13. Cara membuat efek Refresh
- 14. Kode HTML tampil pada postingan
- 15. Masalah posting artikel
- 16. Simbol Yahoo! Emoticons
- 17. Simbol Blogger Emoticons
- 18. Cara Pasang jam
- 19. Cara membuat banner animasi
- 20. Cara membuat buku tamu
- 21. HTML Tutorial
- 22. Free Download
- 23. Foto animasi
- 24. Cara pasang Statistik & Tracker
- 25. Perlunya IE dan FireFox
- 26. Cara pasang musik
- 27. Logo & Button
- 28. Membuat Menu D Tree (menu mirip pada windows explorer)
- 29. HTML Tutorial(2)
- 30. Membuat Read more pada template baru
- 31. User Online status
- 32. Cara membuat blogroll Alternatif
- 33. Cara pasang gambar
- 34. Cara membuat Icon YM
- 35. cara pasang Video
- 36. Daftar Mybloglog
- 37. Membuat Navigasi dengan CSS
- 38. Template baru VS template Klasik
- 39. Membuat Penggalan Artikel
- 40. Membuat Link Untuk Download
- 41. Menu Dropdown dengan JavaScript
- 42. Menu Dropdown dengan JavaScript (2)
- 43. Cara Membuat Favicon
- 44. Pasang Recent Comments
- 45. Text Berjalan di Bar menu
- 46. Rotating banner
- 47. Cara membuat kategori (label)
- 48. Read more versi baru
- 49. Pasang Link di New Blogger Template
- 50. Cara Pasang Feed di Blog
- 51. Pasang Banner di Header Blog
- 52. Membuat Banner Bertaburan
- 53. Tips Menghilangkan Border Image
- 54. Cara membuat Navigasi Dengan Css (2)
- 55. Mengatur Perataan Posting Artikel
- 56. Tips Mengganti Background Blog
- 57. Pasang Image pada judul Artikel
- 58. Membuat link satu halaman
- 59. Photo profile berbingkai
- 60. Photo profile berbingkai
- 61. Gambar berbingkai
- 62. Image dalam kode marquee
- 63. Pasang kode tuker link
- 64. Cara daftar search engine
- 65. Cepat terindeks di google
- 66. Pasang Kalender
- 67. Hilangkan garis bawah Link
- 68. Ubah Warna Link
- 69. Pelacak IP Address
- 70. Pasang Jadwal Sholat
- 71. Mengubah lebar kolom template
- 72. Daftar Google Sitemap
- 73. Daftar Feedburner
- 74. Pasang Snaps Shots
- 75. membuat navbar
- 76. pasang label cloud
- 77. Membuat tulisan bergaya koran
- 78. horizontal dropdown menu
- 79. membuat marquee text dalam gambar
- 80. Marquee dengan Javascript
- 81. Siapa yang pasang link ke blog kita
- 82. Kotak komentar dengan haloscan
- 83. Cara membuat daftar isi blog
- 84. Cara menghilangkan Subcribe to
- 85. Tips menambah kolom pada template baru
- 86. Setting Widget Mybloglog
- 87. membuat kursor animasi
- 88. Download Mini Icon
- 89. Menyisipkan Mini icon pada label
- 90. Lebih jauh mengenai Read more
- 100. Cara menghilangkan navbar Blogger
- 101. Cara membuat frame iklan
- 102. Cara mengganti warna sidebar pada template minima
- 103. menyisipkan Icon pada View Profile
- 104. Baca feed melalui Google Reader
- 105. Cara Upload data ke Google Page Creator
- 106. Cara membuat ONLINE BOOKMARK
- 107. mengenal perintah Iframe
- 108. Cara menampilakan karakter khusus
- 109. tutorial software HTML Color V.1.4
- 110. Cara pasang search engine di blog
- 111. Membuat sidebar ada di kiri dan kanan
- 112. Tutorial software scott box shot maker
- 113. Menambah emoticons di shoutbox
- 114. Tips membuat multi kolom
- 115. Cara membuat tabel di blog
- 117. Horizontal tab menu j
- 118. Horiontal tab menu 10
- 119. POp up generator
- 120. Backup blog secara Online
- 121. Atasi error widget harus unik
- 122. Backup data dalam widget
- 123. Pasang fasilitas print
- 124. Trik mudah membuat Read more
- 126. Pasang google talk di blog
- 127. Pasang feed dalam kode marquee
- 128. Pasang yahoo messenger (2)
- 129. Pasang google talk di blog (2)
- 130. Hilangkan angka dalam label
- 131. Tips Search Engine Optimization (SEO)
- 132. Pasang Game di blog
- 133. Free CSS menu tabs 6
- 134. Setor muka via gravatar
- 135. membuat gambar thumbnail
- 136. Read more sejajar dengan posting
- 137. Pasang tombol digg
- 138. Upload gambar ke yahoo geocities
- 139. Pasang favicon
- 140. Drop down menu sama lebar
- 141. Drop down menu dengan CSS
- 142. membuat daftar isi (2)
- 143. Pasang widget post terbaru dan komentar terbaru
- 144. pasang yahoo emoticon (2)
- 145. install assteg emoticon ke post editor
- 146. membuat background posting berbeda-beda
- 147. Pasang iklan google adsense di bawah posting
- 148. Pasang iklan kliksaya.com di bawah read more
- 149. cara membagi dua kolom header
- 150. Install Emoticon More-smilies Cosa aranda ke Editor Posting
- 151. Buat Tulisan bergaya web 2.0 secara Online
- 152. Ziddu - free file hosting
- 153. Tutorial navigasi : Dynamic-FX Slide-In menu
- 154. Free Logo Maker
- 155. Cara Membuat Favicon (2)
- 156. Atasi error copy paste kode wordpress
- 157. fitur-fitur baru dari Blogger.com
- 158. Setting komentar di bawah posting
- 159. Kotak Komentar di bawah Posting
- 160. membuat efek Photo Blur
- 161. Mengubah Lebar Arsip Dropdown
- 162. Cara mengcopy gambar di layar monitor
- 163. menyimpan widget di bawah header
- 164. Cara membuat elemen Persis di bawah header
- 165. Mengatur Tampilan Judul Sidebar
- 166. Google Docs : pasang data excel di blog
- 167. Mengatur tampilan judul posting
- 168. Widget baru mybloglog
- 169. fitur baru blogger
- 170. Membuat warna link berkedip
- 171. Cara Modifikasi Kotak Komentar
- 172. Revisi: Cara Modifikasi Kotak Komentar
- 173. Alternatif Warna Kotak Komentar
- 174. Memilah Milah Komentar
- 175. Zoom Efek Dengan Script Fancy Zoom
- 176. Cara membuat Contact form / Kontak Kami
- 177. Elemen Halaman Mempunyai Fungsi Scroll
- 178. Tips Menghilangkan Pesan Pencarian Blogger
- 179. Membuat Read more Plus Judul Artikel
- 200. Membuat Sidebar Dalam Kotak-Kotak Terpisah
- 201. Free Template : Magazine Template 2
- 202. Tanya Jawab seputar Template magazine 2
- 203. Menghilangkan Icon Obeng dan Tang / Quick edit Blogger
- 204. Tanya Jawab Seputar Template Magazine 1
- 205. Pasang Skrip Alert Di Blog
- 206. Pasang Google Toolbar
- 207. Free Icon Untuk Blog Dan Website
- 208. Asyik Ngeblog Bersama Windows Live Writer
- 209. Tanya Jawab Seputar Windows Live Writer (WLW)
- 210. Buat Kolom Diatas Kolom Posting Pada Magazine template 2
- 211. Buat Kolom Dibawah Header Pada Magazine Template 2
- 212. Blog Pertama Kang Rohman
- 213. Free html dan PHP Editor
- 214. Apa sih Alexa Rank atau Peringkat Alexa Itu?
- 215. Tutorial Pasang Widget Alexa di Blog
- 216. Tips Meningkatkan Alexa Rank
- 217. Apa Sih Situs Social Bookmarking Network Itu?
- 218. Solusi Mengatasi Kotak Komentar Yang bermasalah
- 219. Tutorial Membuat Horizontal Navigasi
Labels
- ektrakulikuler (1)
- MEDIACOMM (6)
- OSIS (2)
- Sharing (1)
- SKKD TB (1)
- TEMPAT PKL (1)















