SKKD TATA BUSANA

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PLUS BHAKTI OETAMA GONDANGREJO KARANGANYAR
BIDANG STUDI KEAHLIAN : SENI, KERAJINAN DAN PARIWISATA
PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TATA BUSANA
KOMPETENSI KEAHLIAN : BUSANA BUTIK (103)

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 1.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
1.2 Melaksanakan prosedur K3
1.3 Menerapkan konsep lingkungan hidup
1.4 Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan.
2. Melaksanakan pemeliharaan kecil 2.1 Mengidentifikasi jenis-jenis alat jahit
2.2 Mengoperasikan mesin dan menguji kinerjanya
2.3 Memperbaiki kerusakan kecil pada mesin
2.4 Memelihara mesin.
3. Melaksanakan layanan secara prima kepada pelanggan (customer care) 3.1 Melakukan komunikasi di tempat kerja
3.2 Memberikan bantuan untuk pelanggan internal dan eksternal
3.3 Bekerja dalam satu tim.
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Menggambar busana (fashion drawing) 1.1 Memahami bentuk bagian-bagian busana
1.2 Mendiskripsikan bentuk proporsi dan anatomi beberapa tipe tubuh manusia
1.3 Menerapkan teknik pembuatan desain busana
1.4 Penyelesaian pembuatan gambar.
2. Membuat pola (Pattern Making) 2.1 Menguraikan macam-macam teknik pembuatan pola (teknik konstruksi dan teknik drapping)
2.2 Membuat pola.
3. Membuat busana wanita 3.1 Mengelompokkan macam-macam busana wanita
3.2 Memotong bahan
3.3 Menjahit busana wanita
3.4 Menyelesaikan busana wanitadengan jahitan tangan
3.5 Menghitung harga jual
3.6 Melakukan pengepresan.
4. Membuat busana pria 4.1 Mengelompokkan macam-macam busana pria
4.2 Memotong bahan
4.3 Menjahit busana pria
4.4 Penyelesaian busana pria dengan jahitan tangan
4.5 Menghitung harga jual
4.6 Melakukan pengepresan.
5. Membuat busana anak 5.1 Mengelompokkan macam-macam busana anak
5.2 Memotong bahan
5.3 Menjahit busana anak
5.4 Menyelesaian busana bayi dengan jahitan tangan
5.5 Menghitung harga jual
5.6 Melakukan pengepresan.
6. Membuat busana bayi 6.1 Mengklasifikasikan macam-macam busana bayi
6.2 Memotong bahan
6.3 Menjahit busana bayi
6.4 Menyelesaikan busana bayi dengan jahitan tangan
6.5 Menghitung harga jual
6.6 Melakukan pengepresan.
7. Memilih bahan baku busana 7.1 Mengidentifikasi jenis bahan utama dan bahan pelapis
7.2 Mengindentifikasi pemeliharaan bahan tekstil
7.3 Menentukan bahan pelengkap.
8. Membuat Hiasan pada busana (Embroidery) 8.1 Mengindentifikasi hiasan busana
8.2 Membuat hiasan pada kain atau busana.
9. Mengawasi mutu busana 9.1 Memeriksa kualitas bahan utama
9.2 Memeriksa kualitas bahan pelengkap
9.3 Memeriksa mutu pola
9.4 Memeriksa mutu potong
9.5 Memeriksa hasil jahitan.

TEMPAT PKL

TEMPAT PKL

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PERKANTORAN
1. UNISRI SOLO
2. LPK LIA SURAKARTA
3. UNSA SOLO

4. LPIA SURAKARTA
5. POLTEK PRATAMA MULIA

6. AUB SURAKARTA
7. UMS SURAKARTA
8. ISI SURAKARTA

PROGRAM STUDI TATA BUSANA
1. BATIK MERAK MANIS
2. KARYA BUSANA

3. BATIK SEMAR SOLO
4. FATIMAH COLLECTION
5. BUTIK BILQIS

6. Business Center SMK Bhakti Oetama
7. MUTIARA COLLECTION

PAIKEM sebagai MODEL

PAIKEM itu (Si)Apa?

PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. PAIKEM dapat didefinisikan sebagai: pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan pelbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan demikian, para siswa merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan
Pembelajaran Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Ciri-ciri pembelajaran yang dikategorikan efektif jika (1) berpusat kepada siswa yang aktif, bukan hanya guru; (2) terjadi interaksi edukatif diantara guru dengan murid; (3) berkembang suasana demokratis; (4) metode mengajar bervariasi; (5) gurunya profesional; (6) apa yang dipelajari bermakna bagi siswa; (7) lingkungan belajar kondusif serta (8) sarana dan prasarana belajar sangat

Pembelajaran Inovatif, pada dasarnya suatu pembelajaran yang dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan apabila dilakukan dengan cara meng- integrasikan media/alat bantu terutama yang berbasis teknologi baru/maju ke dalam proses pembelajaran tersebut. Sehingga, terjadi proses renovasi mental, di antaranya membangun rasa pecaya diri siswa. Penggunaan bahan pelajaran, software multimedia, dan microsoft power point merupakan salah satu alternatif. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah merasa senang maka, didalam pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang; pasif di kelas, perasaan yang tertekan, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.

Pembelajaran Kreatif , Kreatif (creative) berarti menggunakan hasil ciptaan / kreasi baru atau yang berbeda dengan sebelumnya. Pembelajaran yang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum. Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku, namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif. Dengan demikian, ada kreativitas pengembangan kompetensi dan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan dan sarana untuk belajar.

Pembelajaran Efektif, Pembelajaran dapat dikatakan efektif (effective / berhasil guna) jika mencapai sasaran atau minimal mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Di samping itu, yang juga penting adalah banyaknya pengalaman dan hal baru yang “didapat“ siswa. Guru pun diharapkan memeroleh “pengalaman baru” sebagai hasil interaksi dua arah dengan siswanya.
Untuk mengetahui keefektifan sebuah proses pembelajaran, maka pada setiap akhir pembelajaran perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi yang dimaksud di sini bukan sekedar tes untuk siswa, tetapi semacam refleksi, perenungan yang dilakukan oleh guru dan siswa, serta didukung oleh data catatan guru.

Pembelajaran yang Menyenangkan (joyful) perlu dipahami secara luas, bukan hanya berarti selalu diselingi dengan lelucon, banyak bernyanyi atau tepuk tangan yang meriah. Pembelajaran yang menyenangkan adalah pembela- jaran yang dapat dinikmati siswa. Siswa merasa nyaman, aman dan asyik. Perasaan yang mengasyikkan mengandung unsur inner motivation, yaitu dorongan keingintahuan yang disertai upaya untuk mencoba dan belajar lebih lanjut, penuh dengan percaya diri dan mandiri untuk mengembangkan potensi diri secara optimal. Dengan demikian, diharapkan kelak siswa menjadi manusia yang berkarakter penuh percaya diri, menjadi dirinya sendiri dan mempunyai kemampuan yang kompetitif (berdaya saing). Pembelajaran yang menyenangkan ini dapat ditinjau dari dua segi, yakni segi siswa dan segi guru.
a. Segi Siswa
1. Siswa berani mencoba dan berbuat
2. Siswa berani bertanya
3. Siswa berani mengemukakan pendapat
4. Siswa berani mempertanyakan gagasan orang lain.
b. Segi Guru
Tidak membuat siswa takut salah, takut ditertawakan, dan takut disepelekan.